VIVAnews -
Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, mengatakan bahwa kini komunikasi
antara partainya, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera
semakin intensif untuk membicarakan koalisi.
"Iya, kelihatannya sudah tampak semakin bagus, kedekatannya sudah sangat tinggi," kata Suhardi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis 1 Mei 2014.
Bahkan, kata Suhardi, pertemuan yang dilakukan dengan ketiga petinggi partai itu sudah semakin sering. Dengan PKS, elite Partai Gerindra sudah bicara dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan 99 orang majelis syuro. "Ada beberapa kali pertemuan, semoga bisa koalisi," ujar dia.
"Iya, kelihatannya sudah tampak semakin bagus, kedekatannya sudah sangat tinggi," kata Suhardi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis 1 Mei 2014.
Bahkan, kata Suhardi, pertemuan yang dilakukan dengan ketiga petinggi partai itu sudah semakin sering. Dengan PKS, elite Partai Gerindra sudah bicara dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan 99 orang majelis syuro. "Ada beberapa kali pertemuan, semoga bisa koalisi," ujar dia.
Namun, dia menambahkan,
Partai Gerindra belum bicara soal calon wakil presiden (cawapres) yang
akan mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 9 Juli 2014. Namun,
Suhardi mengatakan PKS memang menawarkan cawapres.
"Itu (cawapres) memang ditawarkan ke Prabowo, mana yang paling pas. Tetapi kan, ini tergantung mana koalisinya. Koalisinya PKS dengan siapa, dan terakhir memang mau mengambil siapa yang paling pas," ujar dia.
Suhardi pun memastikan, tidak akan ada yang iri jika Prabowo mengambil cawapres dari salah satu partai koalisi itu. "Makanya tergantung kesepakatan, dan kami harap deklarasi bareng agar koalisi lebih confirmed," kata dia.
Apakah artinya PKS meminta jatah cawapres? "Ya, tidak begitu bahasanya, mereka bilang kira-kira ini yang pantas. Tetapi, keputusan di Prabowo. Kami tidak memaksa, ada pilihan," kata dia.
Partai Gerindra, kata dia, tidak akan takut terhadap sikap PKS yang dikenal tidak konsisten terhadap koalisi. Sebab, jika koalisi itu dilakukan berdasarkan komitmen, hubungan itu akan berjalan dengan baik. (art)
"Itu (cawapres) memang ditawarkan ke Prabowo, mana yang paling pas. Tetapi kan, ini tergantung mana koalisinya. Koalisinya PKS dengan siapa, dan terakhir memang mau mengambil siapa yang paling pas," ujar dia.
Suhardi pun memastikan, tidak akan ada yang iri jika Prabowo mengambil cawapres dari salah satu partai koalisi itu. "Makanya tergantung kesepakatan, dan kami harap deklarasi bareng agar koalisi lebih confirmed," kata dia.
Apakah artinya PKS meminta jatah cawapres? "Ya, tidak begitu bahasanya, mereka bilang kira-kira ini yang pantas. Tetapi, keputusan di Prabowo. Kami tidak memaksa, ada pilihan," kata dia.
Partai Gerindra, kata dia, tidak akan takut terhadap sikap PKS yang dikenal tidak konsisten terhadap koalisi. Sebab, jika koalisi itu dilakukan berdasarkan komitmen, hubungan itu akan berjalan dengan baik. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar